Feb 9, 2011

LABEL HALAL DI INDONESIA PALSU ??





Melayu CinDia percaya, ramai di kalangan masyarakat Malaysia yang gemar bercuti di Indonesia. Harga penerbangan dan kos sara diri yang berpatutan di Negara tersebut menyebabkan ianya menjadi destinasi pilihan rakyat Malaysia terutamanya di kalangan masyarakat Melayu. Akan tetapi, anda mesti berhati2 dengan makanan yang dijual di Negara Islam terbesar itu. Ini kerana maklumat yang diperolehi dari blog Ipoh Malay telah membongkar hampir 55 % cap halal yang dipamerkan di barangan makanan di Indonesia adalah palsu. Melayu CinDia mencadangkan agar blogger2 menyebarkan laporan ini kerana ianya penting agar maklumat2 dapat disampaikan dengan jelas terus ke penggemar blog terutamanya yang beragama Islam.




Blog Ipoh Malay merujuk laporan dari sebuah portal milik Indonesia :-

Hery Winarno - detikNews Jakarta - Tidak semua makanan yang berlabel Halal terjamin kehalalannya. Bahkan sebagian besar produk makanan yang beredar di pasaran, berlabel halal 'bodong'. "Data dari BPOM, 54 persen produk makanan yang beredar tidak sesuai dengan persyaratan labelisasi halal," ujar Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, Makanan dan Kosmetika (LP POM) MUI, Lukmanul Hakim kepada wartawan usai rapat dengan Komisi VIII dan BPOM di gedung DPR, Senayan, Selasa (8/2/2011). Menurut Lukman salah satu persyaratan produk halal, selain memiliki label harus juga memiliki sertifikat halal. Sedangkan sebagian besar produk yang beredar di pasaran hanya mencantumkan label halal, belum tentu memiliki sertifikat halal. "Jadi dalam produk makanannya ada label halal, tapi itu belum tentu memiliki sertifikat halal. Jadi label halal itu bodong, karena tidak sesuai persyaratan yang ada," terangnya. Banyaknya produk berlabel halal bodong tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan. Pemerintah lewat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diminta untuk melakukan penindakan. "Itu menunjukan lemahnya aspek penegakkan hukum. Aspek itu ada di pemerintah, kita hanya edukasi kepada masyarakat. Harusnya pemerintah lewat BPOM gencar melakukan pengawasan dalam rangka penegakkan hukum," paparnya. Terkait banyaknya produk makanan berlabel halal bodong tersebut, MUI menghimbau agar masyarakat meneliti sebelum membeli. Bagi yang ragu-ragu apakah makanan yang dikonsumsi tersebut berlabel halal bodong atau tidak, MUI menyarankan agar melihatnya ke situs www.halalmui.org. bodong = bulging, protruding / tampalan. Apa yang anda perlu tahu ialah, kebanyakan pengusaha makanan adalah orang Cina.
SYABAS buat Ipoh Malay atas kepekaan anda memberi informasi sebegini. Di harap Umat Islam di Malaysia yang bercuti di Indonesia berhati2 sebelum membeli sebarang makanan di sana.

1 comments:

Anonymous said...

di malaysia ni mcamana pulak?

Powered by Blogger.